Dhamma Jernih
asgar.id
Kembali ke daftar artikel
Marah

Marah Bukan Musuhmu — Tapi Bukan Tuanmu

Buddha tidak meminta kita menelan marah. Beliau mengajak kita melihatnya sampai ia lewat.

4 menit baca· 1 Juni 2026

Marah itu manusiawi

Yang berbahaya bukan rasa marahnya — tapi tindakan yang lahir saat marah.

Tiga langkah Dhamma untuk marah

  1. Beri nama: "Oh, ini marah." Sebut dalam hati.
  2. Lihat tubuh: Dada panas? Tangan mengepal? Sadari.
  3. Tunda 10 napas: Jangan menjawab pesan. Jangan mengangkat suara. Hanya napas.
Kalau marahmu masih ada setelah 10 napas, beri 10 lagi. Marah tidak permanen — semua perasaan anicca (tidak kekal).
Tag:PraktisAnak Muda

Jika artikel ini menyentuhmu, bagikan ke seseorang yang mungkin sedang butuh.

Dukung perjalanan ini